Gejala Asam Urat berdasarkan Tahapan Penyakitnya


Pengetahuan akan gejala asam urat sangat penting untuk membantu mengatasi masalah kesehatan tersebut. Seringkali penderita justru pergi ke dokter saat kondisinya sudah memburuk. Hal ini tentu akan menyulitkan proses penyembuhan serta membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali pulih seperti sedia kala, apalagi pada pasien berusia lanjut dimana kemampuan metabolisme dalam tubuh telah lebih banyak berkurang.

Gejala Asam Urat yang Harus Diwaspadai

Biasanya seseorang akan mengeluhkan tentang penyakit asam urat setelah merasakan sensasi kurang nyaman di area persendian, seperti tumit, jempol kaki, pergelangan tangan dan pergelangan kaki. Akan tetapi, serangan yang tiba-tiba di awal penyakit akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan setelah 5 sampai 10 hari. Hal inilah yang membuat pasien kurang menghiraukan gejala tersebut dan mengira bahwa ia hanya keseleo atau terkena infeksi ringan. Padahal gejala asam urat sendiri terbagi menjadi empat tahapan sesuai tingkat keparahan dari penyakit, yaitu:
  • Tahap artritis gout akut atau peradangan asam urat akut

Pada tahapan ini, gejala yang biasa muncul hanya berupa serangan tiba-tiba selama beberapa hari. Gejala yang terjadi dalam waktu singkat ini ternyata juga bisa mengecoh dokter sebab rasa nyeri yang timbul akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Seringkali, penderita hanya pergi ke tukang urut  dan mengira kesembuhan yang diperoleh adalah hasil dari pijatan yang profesional. 
  • Tahap gout interkritikal

Tahapan ini merupakan masa dimana penderita sama sekali tidak merasakan gejala apapun dalam jangka waktu tertentu. Selang masa ini biasanya 1 sampai 2 tahun, tetapi adapula yang mencapai 10 tahun. Panjangnya rentang waktu dalam tahapan ini sering membuat penderita tidak menyadari bahwa serangan pertama yang pernah dialami memiliki keterkaitan dengan penyakit asam urat.
  • Tahap artritis gout akut intermiten

Pada tahapan ini, penderita akan mengalami peradangan di area sendi. Hal ini diibaratkan serangan yang kambuh dimana prosesnya menjadi lebih lama dan dalam frekuensi yang makin rapat. Saat inilah penderita menjadi lebih peka terhadap kondisinya dan mulai memikirkan kemungkinan mengalami asam urat.
  • Tahap artritis gout kronik bertofus

Pada tahapan ini, muncul benjolan-benjolan di area sendi yang meradang atau yang disebut tofus. Benjolan tersebut terasa keras dan berisi serbuk seperti kapur  yang merupakan tumpukan dari kristal monosodium urat. Selain tidak nyaman dilihat, tofus sendiri juga bisa mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Biasanya, benjolan tersebut muncul setelah penderita mengidap penyakit asam urat selama 10 tahun atau lebih dan apabila ukurannya terlalu besar maka ia tidak bisa mengenakan alas kaki tertutup.

Asam urat memang mungkin diobati secara medis. Akan tetapi, prosesnya tidak bisa dilakukan sekaligus. Untuk mencegah timbulnya gejala asam urat di kemudian hari, dokter biasanya menunggu sampai peradangan pada pasien sembuh dan meresepkan obat untuk membantu menurunkan kadar asam urat di dalam darah.